Skip to main content

Ketidak biasaan itu…berakhir cinta…

Adalah seorang gadis belia yang beranjak dewasa. Kesepian dan hanya mengarahkan hidupnya hanya untuk tujuan pastinya, yakni merampungkan masa studi wajibnya, (dalam peraturan keluarganya)mulai dari sekolah dasar hingga lulus sarjana.
Gadis belia ini hanya gadis biasa. Hingga pada suatu waktu, ketika ia mengenyam pendidikan di sebuah universitas bergengsi di propinsinya, ia mulai memperluas pergaulannya. Tujuan utamanya tetap tak berubah, mencari pendidikan baik di bangku perkuliahan maupun dalam sebuah forum organisasi.
Gadis belia ini tetap saja seperti gadis biasa. Di sebuah unit kegiatan mahasiswa di kampusnya, yang berbasis jurnalisme, gadis ini mulai merintis karirnya dalam berorganisasi. Minatnya untuk mendalami dunia kuli tinta ini tak main-main. Ia terus menerus mengasah kemampuannya. Ia juga mencoba mengenal banyak mahasiswa dari berbagai fakultas lain di forum itu. Dan dalam kurun waktu yang singkat, ia merasakan kenyamanan yang tak ia pernah ia dapatkan dimanapun, sekali pun di keluarganya…
Hingga pada suatu waktu…
Seseorang dalam forum itu mulai menaruh simpati lebih pada gadis ini. Entah karena faktor apa.Ia mencoba untuk mengenal dan mengalihkan perhatian gadis ini. Gadis yang sebenarnya tak paham dengan nama benda yang disebut cinta. Baginya, benda abstrak itu omong kosong. Gadis ini tidak biasa mengisi hidupnya dengan hal-hal yang tak mempunyai tujuan.Dan ia menganggap cinta itu tak mempunyai tujuan. Sama sekali.
Seseorang yang sebenarnya adalah seorang pemuda itu tetap saja, tak mau tahu tentang ketidak minatan gadis ini terhadapnya.Ia mencoba berdialog apapun dengan gadis ini, mulai dari masalah organisasi hingga pada masalah yang tak bisa diklasifikasikan. Namun anehnya, gadis ini terus menerus merespon. Menurut pikiran lugunya, semua itu berhubungan dengan organisasi.
Sampai pada hari yang sama sekali tak tepat, pemuda itu berisikeras untuk tetap mendapatkan gadis ini. Tak peduli tentang apa pun. Gadis yang tak biasa dengan segala hal yang berhubungan dengan perubahan status kesendiriannya itu akhirnya takluk pada argumen-argumen realistis dari pemuda itu.
Bisa disimpulkan, ia mengagumi argumennya, pada awalnya.
Namun…sepanjang waktu ia menjalani, ia tak mampu mengakui. Bahwa ketidakbiasaan yang selama ini ia pertahankan akhirnya hancur karena satu hal. Tentang benda abstrak yang ia percayai hanya sekedar omong kosong yang sering disebut…
Cinta…

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Beasiswa LPDP: Mengeja Kemungkinan dengan Keyakinan

Setelah bertahun-tahun blog ini tidak terjamah, saya akhirnya menulis lagi. Akhir-akhir ini saya sering blogwalking tentang berbagai cerita pengirim lamaran beasiswa LPDP. Menarik dan informatif, sehingga saya pun ingin bercerita hal yang sama dengan sudut pandang saya. This is based on true story. Ini berdasarkan pengalaman saya yang mengikuti seleksi periode 3 tahun 2015 yang diselenggarakan sejak April-September. Sebelum Apply Lpdp… Saya ingin share cerita pengalaman saya apply beasiswa LPDP. Beasiswa dari pemerintah yang lagi hits di kalangan pemuda sekarang. Selama kuliah S1, saya tidak pernah punya pengalaman apply beasiswa. Pengetahuan saya seputar beasiswa juga minim. Cuma informasi beasiswa LPDP yang saya baca rigid setelah lulus S1. Saya juga sempat menghadiri seminar sosialisasi beasiswa LPDP di kampus saya. Sekedar flashback, saat pengadaan seminar tersebut ternyata ada sistem kuota yang dijalankan secara o...

‘Merayakan’ Kematian: Ulasan Buku "Seperti Roda Berputar" Karya Rusdi Mathari

Ini adalah buku terakhir Rusdi Mathari, sebelum wartawan senior itu wafat pada Jumat, 2 Maret 2018. Buku ini ia tulis di sela-sela rasa ngilu pada punggungnya akibat tumor dan kanker yang menggerus susunan tulangnya. Seperti Roda Berputar semakin meneguhkan bahwa tak banyak penulis yang tekun seperti Cak Rusdi, apalagi tetap istiqomah mengetik di titik lemah hidupnya. Saya harus mengetik, harus bertahan dan hidup. Menulis adalah pekerjaan saya. Karena itu saya mencoba menulis menggunakan gajet, meskipun hanya dengan satu jari. Tangan kiri memegang gajet, jempol tangan kanan mengetik (hlm. 59). *** Malam tahun baru 2017, Cak Rusdi berupaya menerima kehadiran ‘tamu’ yang tidak pernah ia inginkan. Ia divonis mengidap tumor dan kanker, bersarang di punggung dan lehernya. Padahal, Cak Rusdi merasa telah menerapkan gaya hidup sehat. Ia mengaku, rajin berolahraga, selalu fit, dan nyaris tidak pernah sakit atau kelelahan (...

INTO THE WILD: Kisah Tragis sang Petualang Muda

Penulis: Jon Krakauer Penerjemah: Lala Herawati Dharma Penyunting: Maria M. Lubis Penerbit: Qanita Tahun: Februari, 2005 Tebal: 442 halaman “Aku ingin pergerakan dinamis, bukan kehidupan yang tenang. Aku mendambakan kegairahan, bahaya, dan kesempatan untuk mengorbankan diri bagi orang yang kucintai. Aku merasakan di dalam diriku, tumpukan energi sangat besar yang tidak menemukan penyaluran di dalam kehidupan kita yang tenang.” – Leo Tolstoy (“ Family Happines ”) Tokoh utama dalam buku non-fiksi ini adalah Christopher Johnson McCandless, seorang pemuda berusia 24 tahun yang telah merampungkan studinya di Universitas Emory pada tahun 1990. Ia adalah seorang anak dari keluarga kaya di Kota Washington, D.C. Ayahnya, Walt McCandless adalah seorang insinyur angkasa luar yang bekerja untuk perusahaan konsultan miliknya sendiri bernama User System, Inc. Mitra kerjanya adalah ibu Chris, Billie. Chris McCandless pemuda pandai. Ia lulus dengan indeks prestasi kum...