Skip to main content

RALAT : RESENSI BUKU Karni Ilyas Lahir Untuk Berita

Ralat pada tulisan resensi buku Karni Ilyas Lahir Untuk Berita pada link http://elyviainayah.blogspot.com/2012/12/karni-ilyas-lahir-untuk-berita.html pada paragraf kedua, kalimat ketiga yakni :

Perjalanan karirnya menjadi seorang wartawan selama 40 tahun tertuang dalam buku ini. Penulis buku ini adalah Fenty Effendy. Ia juga seorang jurnalis senior di The Washington Post (2011). Buku ini merupakan buku keenam yang dikerjakan oleh pendiri National Press Club of Indonesia (NPCI) ini. 

Koreksi : Fenty Effendy bukan jurnalis senior di The Washington Post (2011), melainkan ia adalah reporter dan periset untuk buku biografi Barack Obama,The Story yang ditulis oleh David Maraniss, wartawan senior The Washington Post (2012).

Mohon maaf kepada pembaca atas kesalahan penulisan ini. Terima kasih untuk Bu Fenty Effendy yang meluangkan waktu membaca resensi saya dan mengoreksi kesalahan ini via twitter. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Comments

Popular posts from this blog

Beasiswa LPDP: Mengeja Kemungkinan dengan Keyakinan

Setelah bertahun-tahun blog ini tidak terjamah, saya akhirnya menulis lagi. Akhir-akhir ini saya sering blogwalking tentang berbagai cerita pengirim lamaran beasiswa LPDP. Menarik dan informatif, sehingga saya pun ingin bercerita hal yang sama dengan sudut pandang saya. This is based on true story. Ini berdasarkan pengalaman saya yang mengikuti seleksi periode 3 tahun 2015 yang diselenggarakan sejak April-September. Sebelum Apply Lpdp… Saya ingin share cerita pengalaman saya apply beasiswa LPDP. Beasiswa dari pemerintah yang lagi hits di kalangan pemuda sekarang. Selama kuliah S1, saya tidak pernah punya pengalaman apply beasiswa. Pengetahuan saya seputar beasiswa juga minim. Cuma informasi beasiswa LPDP yang saya baca rigid setelah lulus S1. Saya juga sempat menghadiri seminar sosialisasi beasiswa LPDP di kampus saya. Sekedar flashback, saat pengadaan seminar tersebut ternyata ada sistem kuota yang dijalankan secara o...

‘Merayakan’ Kematian: Ulasan Buku "Seperti Roda Berputar" Karya Rusdi Mathari

Ini adalah buku terakhir Rusdi Mathari, sebelum wartawan senior itu wafat pada Jumat, 2 Maret 2018. Buku ini ia tulis di sela-sela rasa ngilu pada punggungnya akibat tumor dan kanker yang menggerus susunan tulangnya. Seperti Roda Berputar semakin meneguhkan bahwa tak banyak penulis yang tekun seperti Cak Rusdi, apalagi tetap istiqomah mengetik di titik lemah hidupnya. Saya harus mengetik, harus bertahan dan hidup. Menulis adalah pekerjaan saya. Karena itu saya mencoba menulis menggunakan gajet, meskipun hanya dengan satu jari. Tangan kiri memegang gajet, jempol tangan kanan mengetik (hlm. 59). *** Malam tahun baru 2017, Cak Rusdi berupaya menerima kehadiran ‘tamu’ yang tidak pernah ia inginkan. Ia divonis mengidap tumor dan kanker, bersarang di punggung dan lehernya. Padahal, Cak Rusdi merasa telah menerapkan gaya hidup sehat. Ia mengaku, rajin berolahraga, selalu fit, dan nyaris tidak pernah sakit atau kelelahan (...

INTO THE WILD: Kisah Tragis sang Petualang Muda

Penulis: Jon Krakauer Penerjemah: Lala Herawati Dharma Penyunting: Maria M. Lubis Penerbit: Qanita Tahun: Februari, 2005 Tebal: 442 halaman “Aku ingin pergerakan dinamis, bukan kehidupan yang tenang. Aku mendambakan kegairahan, bahaya, dan kesempatan untuk mengorbankan diri bagi orang yang kucintai. Aku merasakan di dalam diriku, tumpukan energi sangat besar yang tidak menemukan penyaluran di dalam kehidupan kita yang tenang.” – Leo Tolstoy (“ Family Happines ”) Tokoh utama dalam buku non-fiksi ini adalah Christopher Johnson McCandless, seorang pemuda berusia 24 tahun yang telah merampungkan studinya di Universitas Emory pada tahun 1990. Ia adalah seorang anak dari keluarga kaya di Kota Washington, D.C. Ayahnya, Walt McCandless adalah seorang insinyur angkasa luar yang bekerja untuk perusahaan konsultan miliknya sendiri bernama User System, Inc. Mitra kerjanya adalah ibu Chris, Billie. Chris McCandless pemuda pandai. Ia lulus dengan indeks prestasi kum...